BYD Mulai Produksi di Subang, Siap Tampung 20.000 Tenaga Kerja Lokal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BYD resmi mengoperasikan pabrik manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat pada 3 September 2026. Pabrik tersebut dibangun pada lahan 126 hektar dengan investasi Rp11,2 triliun dan kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Fasilitas ini menyelenggarakan proses manufaktur lengkap mulai dari stamping, welding, painting hingga assembly, serta menjadi basis ekspor BYD dari Indonesia.
Saat ini, pabrik BYD Subang telah melibatkan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal dengan proyeksi menjadi lebih dari 20.000 pekerja pada kapasitas penuh. Beberapa model yang sudah diproduksi secara lokal meliputi Atto 1, M6 EV, dan M6 DM. Penjualan wholesale BYD Januari-Juli 2026 mencapai 29.826 unit atau pertumbuhan 81,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan operasional pabrik ini, BYD berpotensi mengurangi ketergantungan pada kendaraan impor serta mendukung ekspansi ke pasar global. Pemerintah berharap investasi ini memperkuat rantai industri kendaraan listrik Indonesia dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan bahan baku, manufaktur baterai, hingga daur ulang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 19.44
Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, Kapasitas Produksi 150 Ribu Unit per Tahun
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 12.02
BYD Resmikan Pabrik Mobil Listrik Terbesar di Subang
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.37
Kata-Kata Menperin Saat Meresmikan Pabrik BYD Rp11,7 T di Subang
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.09
Membanggakan, Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
Berita terkait
BYD Siap Resmikan Pabrik di Subang, Produksi Lokal Segera Dimulai
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 12.39
Siap-Siap! BYD Resmikan Pabrik Rp11,7 T di Subang Pekan Ini
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 08.45
Penjualan EV Makin Besar, Kemenperin Tak Ingin Indonesia Cuma Jadi Pasar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.27
Tak Sekadar Rakit Mobil, BYD Ditantang Bangun Rantai Pasok Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 09.34