Tak Sekadar Rakit Mobil, BYD Ditantang Bangun Rantai Pasok Lokal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi pusat produksi kendaraan listrik pertama di Indonesia pasca impor 94.000 unit. Pemerintah menargetkan TKDN kendaraan listrik mencapai 40% pada 2026, 60% pada 2027-2029, dan 80% pada 2030. Insentif pajak akan dikaitkan langsung dengan pencapaian TKDN. Semester I 2026, penjualan BEV mencapai 70.000 unit (16% pangsa) dan HEV 40.400 unit (10% pangsa). Tantangan selanjutnya: membangun rantai pasok lokal termasuk komponen, baterai, hingga daur ulang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.37
Kata-Kata Menperin Saat Meresmikan Pabrik BYD Rp11,7 T di Subang
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 06.17
Volkswagen Terpaksa Mengambil Keputusan Paling Pahit
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.05
Menperin Target TKDN Mobil Listrik RI Naik Jadi 80% di 2030, Caranya?
VOI · 3 September 2026 pukul 17.08
Pemerintah Kaji Insentif Kendaraan Listrik Berbasis TKDN untuk Perkuat Industri Lokal
Berita terkait
Penjualan EV Makin Besar, Kemenperin Tak Ingin Indonesia Cuma Jadi Pasar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.27
Insentif Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Airlangga: Anggarannya Sudah Ada
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.30
Kejar TKDN 60% di 2027, BYD Andalkan Pabrik Subang dan Pemasok Lokal
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 17.15
BYD Mulai Produksi di Subang, Siap Tampung 20.000 Tenaga Kerja Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 08.05