Penjualan EV Makin Besar, Kemenperin Tak Ingin Indonesia Cuma Jadi Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia mencapai 486.000 unit hingga April 2026, terdiri dari 242.000 roda dua dan 223.000 roda empat. BEV menjual 70.000 unit dengan pangsa 16 persen, HEV 40.400 unit dengan pangsa 10 persen. Pemerintah mendorong produksi lokal melalui pabrik seperti BYD di Subang. Target TKDN EV naik dari 40% (2026) ke 80% (2030). Fokus kebijakan bergeser dari pasar menjadi pendalaman industri dengan nilai tambah dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.37
Kata-Kata Menperin Saat Meresmikan Pabrik BYD Rp11,7 T di Subang
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.05
Menperin Target TKDN Mobil Listrik RI Naik Jadi 80% di 2030, Caranya?
VOI · 3 September 2026 pukul 17.08
Pemerintah Kaji Insentif Kendaraan Listrik Berbasis TKDN untuk Perkuat Industri Lokal
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 12.41
Pemerintah kaji insentif kendaraan listrik berbasis TKDN
Berita terkait
Tak Sekadar Rakit Mobil, BYD Ditantang Bangun Rantai Pasok Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 09.34
Kejar TKDN 60% di 2027, BYD Andalkan Pabrik Subang dan Pemasok Lokal
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 17.15
BYD Mulai Produksi di Subang, Siap Tampung 20.000 Tenaga Kerja Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 08.05
Pabrik BYD Mulai Produksi, Kemenperin Kejar TKDN hingga 80 Persen
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.16