Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Canonical hingga Sivali Bongkar Tantangan Open Source untuk Bisnis Indonesia

Canonical, Mastersystem, dan Sivali Cloud Technology menggelar forum 'Future Ready Infrastructure: Secure, Compliant & Cost-Efficient' di Jakarta, diikuti 17 perusahaan dari sektor perbankan, asuransi, manufaktur, dan pendidikan. Forum membahas pentingnya keamanan, kepatuhan, dan efisiensi saat mengadopsi infrastruktur open source untuk mendukung beban kerja cloud, data, dan AI. Menurut Leo Sun, Senior Sales Manager Canonical, tantangan utama adopsi open source meliputi pengelolaan kerentanan dan patch, kurangnya visibilitas dependensi sistem, serta kebutuhan akan dukungan teknis yang memadai. Sikander Singh, Telco Field Engineering Manager Canonical, menekankan bahwa penggunaan teknologi berbasis Ubuntu dapat mengurangi biaya lisensi sistem operasi konvensional dan mempercepat pengembangan pipeline machine learning. Forum juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan lokasi penyimpanan data, tata kelola sistem, dan regulasi industri, terutama di sektor dengan kebutuhan kepatuhan ketat seperti perbankan dan keuangan. Ryo Ardian, Executive Vice President Sivali Cloud Technology, menyatakan bahwa perusahaan di sektor regulatif ketat membutuhkan kepastian data strategis dikelola di data center yang memenuhi standar keamanan nasional dan internasional. Wong Sui Jan, CEO Sivali, menekankan bahwa efisiensi investasi TI harus dilakukan tanpa mengorbankan keamanan dan kualitas infrastruktur. Organisasi didorong mempertimbangkan faktor seperti asal perangkat lunak, durasi pemeliharaan keamanan, visibilitas dependensi, kapabilitas teknis internal, lokasi implementasi, dan kesesuaian dengan regulasi sebelum mengimplementasikan open source.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait