Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cari Cuan dari Pidato Presiden, Staf Ini Kena Denda Rp1 M

Gabriel Perez, seorang operator teleprompter di Gedung Putih, menyelesaikan kasus insider trading dengan CFTC Amerika Serikat. Perez memanfaatkan akses istimewanya terhadap naskah pidato Presiden Donald Trump sebelum dipublikasikan untuk memasang taruhan di platform prediksi Kalshi. Ia membeli kontrak 'Ya' untuk kata-kata yang muncul dalam naskah dan 'Tidak' untuk kata yang tidak ada. Sebagai hasilnya, Perez harus membayar denda sipil US$65.000 (Rp1,14 miliar) dan menyerahkan lebih dari US$107.000 (Rp1,87 miliar) dari keuntungan taruhannya. Ia juga dilarang bertrading selama tiga tahun. Platform Kalshi yang pertama mendeteksi pola taruhan mencurigakan ini, lalu melaporkan kepada CFTC setelah menyelidiki internalnya.

Kasus ini menyoroti risiko penyalahgunaan informasi rahasia di pasar prediksi politik. Gedung Putih telah melarang stafnya berjudi di platform seperti Kalshi sejak Maret. Perez telah dinonaktifkan tanpa gaji. Kasus serupa melibatkan seorang tentara AS yang diduga menggunakan informasi rahasia untuk untung lebih dari US$400.000 di Polymarket, serta anggota militer lain yang diduga meraup lebih dari US$1 juta dari taruhan terkait konflik militer. Otoritas AS sedang menyiapkan dakwaan terhadap kasus-kasus ini.

Platform prediksi politik seperti Kalshi dan Polymarket semakin menjadi sorotan karena potensi penyalahgunaan informasi rahasia. Regulator pasar berjangka AS aktif menindak pelaku yang memanfaatkan posisinya untuk keuntungan pribadi. Kasus Perez menjadi bagian dari serangkaian penyelidikan terhadap penyalahgunaan data non-publik di pasar yang tidak teratur ini.

Berita terkait