Cari Cuan dari Pidato Presiden, Staf Ini Kena Denda Rp1 M
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gabriel Perez, seorang operator teleprompter di Gedung Putih, menyelesaikan kasus insider trading dengan CFTC Amerika Serikat. Perez memanfaatkan akses istimewanya terhadap naskah pidato Presiden Donald Trump sebelum dipublikasikan untuk memasang taruhan di platform prediksi Kalshi. Ia membeli kontrak 'Ya' untuk kata-kata yang muncul dalam naskah dan 'Tidak' untuk kata yang tidak ada. Sebagai hasilnya, Perez harus membayar denda sipil US$65.000 (Rp1,14 miliar) dan menyerahkan lebih dari US$107.000 (Rp1,87 miliar) dari keuntungan taruhannya. Ia juga dilarang bertrading selama tiga tahun. Platform Kalshi yang pertama mendeteksi pola taruhan mencurigakan ini, lalu melaporkan kepada CFTC setelah menyelidiki internalnya.
Kasus ini menyoroti risiko penyalahgunaan informasi rahasia di pasar prediksi politik. Gedung Putih telah melarang stafnya berjudi di platform seperti Kalshi sejak Maret. Perez telah dinonaktifkan tanpa gaji. Kasus serupa melibatkan seorang tentara AS yang diduga menggunakan informasi rahasia untuk untung lebih dari US$400.000 di Polymarket, serta anggota militer lain yang diduga meraup lebih dari US$1 juta dari taruhan terkait konflik militer. Otoritas AS sedang menyiapkan dakwaan terhadap kasus-kasus ini.
Platform prediksi politik seperti Kalshi dan Polymarket semakin menjadi sorotan karena potensi penyalahgunaan informasi rahasia. Regulator pasar berjangka AS aktif menindak pelaku yang memanfaatkan posisinya untuk keuntungan pribadi. Kasus Perez menjadi bagian dari serangkaian penyelidikan terhadap penyalahgunaan data non-publik di pasar yang tidak teratur ini.
Bagikan
Berita terkait
Serba-serbi Prabowo Hadiri dan Buka Muktamar ke-35 NU
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 03.00
CFTC Tak Mau Tunggu Kongres, Aturan Baru Kripto Siap Diluncurkan
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 12.55
Soal Pidato Presiden, Anies Baswedan: Menggaungkan Semangat, Bukan Membangkitkan Emosi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 21.30
Polemik 'Pengupas Bawang', GCP Minta Pembuat Naskah Pidato Prabowo Diusut
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.02