Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sudono Salim, pendiri Salim Group, bertemu dengan tokoh perbankan Mochtar Riady dalam penerbangan ke Hong Kong pada tahun 1975. Pertemuan ini menghasilkan kemitraan strategis yang mengubah Bank Central Asia (BCA) dari bank kecil menjadi bank swasta terbesar di Indonesia. Salim mencari profesional untuk mengelola tiga bank miliknya, dan Riady dengan reputasi mumpuni menjadi pilihan utama.
Di balik keputusan bisnisnya, Salim rutin mengunjungi Gunung Kawi, Jawa Timur, tiga hingga lima kali setahun untuk meminta petunjuk spiritual dari peramal melalui ritual seperti menggoyangkan tabung bambu (Ciamsi). Ia sangat percaya pada nasihat mistis ini untuk menghindari kerugian fatal. Kebiasaan ini memengaruhi pemilihan mitra bisnis, lokasi, dan bangunan usaha berdasarkan feng shui.
Pada tahun 1968, Salim bersikeras memilih kantor sempit untuk bisnis 'Gang of Four' karena alasan feng shui, yang terbukti membawa keberuntungan. Perpaduan intuisi bisnis tajam, eksekusi profesional, dan kepercayaan pada kearifan lokal menjadi ciri khas perjalanan Salim dalam membangun imperium bisnis.
Bagikan
Berita terkait
Kartu Kredit Indonesia Perluas Akses Pembayaran Digital lewat QRIS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.40
Sambut HUT RI, BI Resmikan Kartu Kredit Indonesia dan MDR QRIS 0%
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.45
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia Segmen Ritel, Bisa untuk Pembayaran QRIS
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.20
Lewat Kebijakan Pro-Growth, BI Dorong Akselerasi Ekonomi Digital
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.03