Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

Sudono Salim, pendiri Salim Group, bertemu dengan tokoh perbankan Mochtar Riady dalam penerbangan ke Hong Kong pada tahun 1975. Pertemuan ini menghasilkan kemitraan strategis yang mengubah Bank Central Asia (BCA) dari bank kecil menjadi bank swasta terbesar di Indonesia. Salim mencari profesional untuk mengelola tiga bank miliknya, dan Riady dengan reputasi mumpuni menjadi pilihan utama.

Di balik keputusan bisnisnya, Salim rutin mengunjungi Gunung Kawi, Jawa Timur, tiga hingga lima kali setahun untuk meminta petunjuk spiritual dari peramal melalui ritual seperti menggoyangkan tabung bambu (Ciamsi). Ia sangat percaya pada nasihat mistis ini untuk menghindari kerugian fatal. Kebiasaan ini memengaruhi pemilihan mitra bisnis, lokasi, dan bangunan usaha berdasarkan feng shui.

Pada tahun 1968, Salim bersikeras memilih kantor sempit untuk bisnis 'Gang of Four' karena alasan feng shui, yang terbukti membawa keberuntungan. Perpaduan intuisi bisnis tajam, eksekusi profesional, dan kepercayaan pada kearifan lokal menjadi ciri khas perjalanan Salim dalam membangun imperium bisnis.

Berita terkait