Chevron Investasi Rp 123 Triliun demi Dongkrak Produksi Minyak Venezuela
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)
Chevron, perusahaan migas Amerika Serikat, mengumumkan investasi Rp 123,8 triliun untuk memperluas operasi di Venezuela. Investasi sebesar US$7 miliar akan dialokasikan selama 5 tahat untuk membangun konsesi tambahan di Orinoco Belt. Target produksi Chevron di Venezuela akan berlipat ganda menjadi 600.000 barel per hari. CEO Chevron Mike Wirth menyatakan kehadiran perusahaan di Venezuela sudah lebih dari 100 tahun. Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, yaitu lebih dari 303 miliar barel menurut data OPEC 2025. Namun, produksi harian Venezuela hanya sedikit di atas 1 juta barel karena infrastruktur yang rusak dan sanksi internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 10.28
Pergerakan rupiah diiringi eskalasi konflik AS-Iran yang meningkat
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 16.22
Amerika Kuasai Minyak Venezuela, China Panik
Detik.com · 2 September 2026 pukul 10.53
AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia dan China di Venezuela
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.25
Bahlil-DPR Sepakati Lifting Minyak di RAPBN 2027 Capai 612.500 Barel
Berita terkait
Trump Kuasai Sebagian Minyak Venezuela, Presiden Rodriguez Tegaskan Kedaulatan
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 12.37
Maduro Ditangkap, Venezuela Teken Kerja Sama Minyak dengan AS, Nilainya Lebih dari US$100 Miliar untuk 17 Ladang Minyak
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 11.30
AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 08.15
Trump Umumkan AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 09.10