Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia dan China di Venezuela

Perusahaan minyak Amerika Serikat, North American Blue Energy Partners (NABEP), akan mengambil alih 17 proyek ladang minyak di Venezuela yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan asal Cina dan Rusia. Pengambilalihan ini merupakan bagian dari 14 kontrak baru yang diberikan pemerintah Venezuela kepada NABEP, yang dikendalikan pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt. Lima dari 14 proyek baru tersebut sebelumnya dioperasikan oleh perusahaan Cina, sementara satu lainnya pernah dikelola oleh perusahaan Rusia. Dua proyek tersebut sebelumnya dioperasikan oleh China Concord Resources, yang dikenai sanksi AS pada 2019 terkait aktivitasnya di Iran. Proyek lainnya pernah dikelola oleh Sinopec dan China National Petroleum Corp.

Kesepakatan ini memberikan pemerintah AS 35% saham di perusahaan induk NABEP, hak untuk membeli 20% produksi dengan harga pokok, serta hak penolakan pertama atas 80% produksi lainnya. AS juga memiliki hak veto atas Dewan NABEP, yang mayoritas anggotanya harus menjadi warga negara AS. NABEP menyatakan akan berinvestasi hingga 100 miliar dolar untuk infrastruktur minyak baru. Ladang minyak yang diambil alih memiliki cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel.

Namun, struktur kesepakatan ini memicu kekhawatiran sejumlah perusahaan minyak yang mempertimbangkan investasi di Venezuela. Betancourt, yang mengendalikan NABEP, pernah diselidiki oleh otoritas AS dan Eropa terkait transaksi dengan pemerintah Venezuela, meski tidak pernah didakwa. Beberapa pejabat mengatakan keterlibatan perusahaan besar seperti Exxon dan ConocoPhillips diperlukan untuk meningkatkan produksi, tetapi kedua perusahaan tersebut meninggalkan Venezuela pada 2007 setelah aset mereka dinasionalisasi. Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa dampak terhadap harga bahan bakar tidak akan segera terasa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait