Citibank Ungkap Tantangan Berat BI Jaga Stabilitas Ekonomi Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Economist Citibank Indonesia, Helmi Arman, menyatakan Bank Indonesia (BI) masih menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama akibat ketidakpastian ekonomi global. Perubahan kebijakan ekonomi negara maju, fluktuasi harga minyak, dan pergerakan suku bunga obligasi AS (US Treasury) berpotensi memengaruhi aliran dana serta nilai tukar rupiah. Helmi menekankan pentingnya BI terus memantau dinamika pasar untuk mengambil kebijakan yang tepat. Selain faktor eksternal, komunikasi kebijakan domestik yang baru juga perlu dikomunikaskan secara transparan kepada pelaku pasar, khususnya investor internasional, guna menjaga kepercayaan pasar. Calon Gubernur BI, Destry Damayanti, dinilai memiliki pengalaman dan kedekatan dengan komunitas investor internasional, yang menjadi keuntungan dalam menghadapi tantangan ke depan. Helmi berharap BI dapat menjaga stabilitas pasar, memperkuat komunikasi, dan memastikan kebijakan moneter tetap responsif terhadap perubahan ekonomi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 19.09
Said Abdullah: Duet Destry-Aida di BI Jamin Kepastian Pasar Keuangan
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 18.39
Menyambut Nakhoda Baru BI
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 19.05
Cuma Tumbuh 1,62 Persen, BI Ajak Perbankan dan Pemerintah Perkuat Kredit UMKM
Berita terkait
Respon Ketidakpastian Global, Gubernur BI Destry Damayanti Andalkan Bauran Kebijakan
JawaPos · 2 September 2026 pukul 20.01
Usai Dilantik, Destry Damayanti Prioritaskan Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 19.55
Gubernur BI Destry Damayanti Optimalkan Kebijakan Pro-Stability dan Pro-Growth
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.30
BI perhitungkan kondisi "higher for longer" dalam membuat kebijakan
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 19.17