Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) kembali menjadi sorotan dalam diskusi mengenai independensinya di era ekonomi global terfragmentasi. Direktur CELios Nailul Huda menilai posisi BI berada dalam kondisi 'shadow independence' karena ruang gerak kini dipengaruhi kepentingan pemerintah. Ia menekankan risiko krisis 1998 jika BI kembali di bawah kendali penuh pemerintah. Namun, Tenaga Ahli Bakom Fithra Faisal Hastiadi berpendapat bahwa independensi BI tetap terjaga secara konstitusional melalui operational independence. Peneliti LPEM FEB UI Teuku Muhammad Riefky Hasan menambahkan bahwa data menunjukkan inflasi di bawah 5% saat BI independen, jauh lebih rendah dibanding era sebelum independensi yang bisa menembus 10%. Dalam pidato Presiden, target pertumbuhan ekonomi 2027 ditempatkan pada kisaran 5,8-6,5% dengan pendapatan negara 11,82-12,40% terhadap PDB. Diskusi ini diselenggarakan dalam forum Economic Frontline bertajuk 'Masa Depan Bank Sentral di Era Dunia yang Terfragmentasi'.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.30
BI Catat Uang Beredar RI Capai Rp10.371 Triliun, Tumbuh 8,3%
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.01
Ekonom: Independensi BI Jadi Benteng Terakhir Jika Fiskal Bermasalah
Berita terkait
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Sebut Inflasi September 2026 Tetap Terjaga
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.17
Rupiah Melemah ke 17.966 Setelah Rilis Inflasi September 2026
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.12
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30