Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

CNG Clustering Jadi Opsi Awal Konversi LPG 3 Kg, INDEF Dorong Implementasi Bertahap

Rencana pengembangan CNG Merah Putih sebagai alternatif LPG 3 kilogram perlu dilakukan melalui pendekatan clustering atau kawasan terbatas terlebih dahulu. Menurut Abra Talattov, Kepala Pusat Energi dan Pangan INDEF, CNG memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor yang rentan terhadap fluktuasi harga global dan gangguan rantai pasok. Namun, implementasi tidak bisa langsung dilakukan secara nasional dan harus dimulai dari wilayah yang memiliki kesiapan infrastruktur dan sumber pasokan gas yang memadai.

Konsep CNG clustering memungkinkan integrasi antara sumber gas, fasilitas kompresi dan pengisian, sistem transportasi, hingga konsumen dalam satu wilayah layanan. Klaster awal harus dipilih berdasarkan indikator seperti ketersediaan sumber gas, jarak distribusi yang relatif pendek, jumlah konsumen yang memadai, dan kondisi infrastruktur jalan. Wilayah yang dekat dengan sumber gas, fasilitas pengolahan, atau jaringan pipa memiliki potensi lebih besar untuk menjadi lokasi awal pengembangan.

Selain rumah tangga, pemerintah juga dapat menggabungkan kebutuhan UMKM, pasar tradisional, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik dalam satu klaster untuk menciptakan volume permintaan yang stabil. Keselamatan menjadi prioritas utama karena CNG disimpan dalam tekanan tinggi, sehingga tabung, katup, regulator, dan fasilitas pengisian harus memenuhi standar sertifikasi. Transisi CNG harus diposisikan sebagai proses bertahap, dengan LPG tetap tersedia hingga pasokan CNG terbukti stabil dan masyarakat memiliki akses yang memadai.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait