CNG Jadi Alternatif LPG Impor, PGN Gagas Ungkap Strategi Pengembangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328041/original/026206100_1787133531-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_16.45.12.jpeg)
PGN Gagas mendorong penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor. CNG menggunakan gas bumi domestik, mendukung kemandirian energi nasional. Untuk Yogyakarta yang tidak memiliki sumber gas dekat, gas bumi diangkut menggunakan Gas Transport Module (GTM) tekanan 200 bar, kemudian diturunkan melalui Pressure Regulating Station (PRS) sebelum disalurkan ke pelanggan rumah tangga dan komersial. Sistem ini aman dengan proses penurunan tekanan bertahap, gas berodor, serta 24 jam patroli jaringan. Saat ini penggunaan CNG di Yogyakarta mencapai 74.000 meter kubik per bulan, berpotensi meningkat 10.000 meter kubig per bulan. Pengembangan CNG tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ekonomi.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Cuma Industri, PGN Gagas Salurkan CNG ke Rumah Tangga
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
Masa Depan Energi Bersih, Gas Bumi Invasi Jogja dan Sekitarnya
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.20
Tabung CNG 3 Kg Masih Diuji, Jakarta Disiapkan Jadi Lokasi Perdana Pilot Project
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.00
Pemerintah Sudah Uji Ketahanan dan Pengisian Ulang CNG
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.00