CNG Jadi Alternatif LPG Impor, PGN Gagas Ungkap Strategi Pengembangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328041/original/026206100_1787133531-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_16.45.12.jpeg)
PGN Gagas mendorong penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor. CNG menggunakan gas bumi domestik, mendukung kemandirian energi nasional. Untuk Yogyakarta yang tidak memiliki sumber gas dekat, gas bumi diangkut menggunakan Gas Transport Module (GTM) tekanan 200 bar, kemudian diturunkan melalui Pressure Regulating Station (PRS) sebelum disalurkan ke pelanggan rumah tangga dan komersial. Sistem ini aman dengan proses penurunan tekanan bertahap, gas berodor, serta 24 jam patroli jaringan. Saat ini penggunaan CNG di Yogyakarta mencapai 74.000 meter kubik per bulan, berpotensi meningkat 10.000 meter kubig per bulan. Pengembangan CNG tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.30
46 Dapur MBG di Seluruh RI Sudah Pakai CNG 'Alternatif Pengganti' LPG
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
PGN Perkuat Pemanfaatan CNG 'Alternatif Pengganti' LPG di Yogyakarta
Berita terkait
Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG, Gagas Perkuat Layanan Energi untuk Pelanggan Usaha
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Belum Ada Jaringan Pipa, Gagas Salurkan CNG ke Pelanggan Komersial
JawaPos · 16 September 2026 pukul 23.45
Kurangi Impor LPG, Pertamina Kembangkan Jargas dan CNG
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 12.58
PGN Perluas Layanan CNG di Yogyakarta dan Sekitarnya
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 14.30