Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PGN Perkuat Pemanfaatan CNG 'Alternatif Pengganti' LPG di Yogyakarta

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) di Yogyakarta sebagai alternatif pengganti LPG. CNG memakai gas bumi dalam negeri dan dinilai mendukung kemandirian energi nasional. Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menyatakan layanan di Yogyakarta mencakup klaster rumah tangga, hotel-restoran-katering (horeka), dan industri.

Pada pengembangan CNG Point to Point Jawa Tengah Bagian Selatan, PGN Gagas mencatat 20 pelanggan dengan volume penyaluran sekitar 74.000 meter kubik per bulan di Sukoharjo, Yogyakarta, dan Magelang. Pelanggan terbesar adalah Bakpia Tugu Jogja sekitar 50.000 m³, diikuti Payakumbuh Jogja sekitar 2.000 m³ dan Platinum Hotel sekitar 1.500 m³. Di Sukoharjo terdapat Bening Big Tree sekitar 3.000 m³, 12 titik Stasiun Pengisian dan Pemindahan Gas (SPPG) sekitar 12.000 m³, serta Aston Hotel Solo sekitar 1.500 m³. Di Magelang, dua titik SPPG dan PGN Balkondes masing-masing sekitar 2.000 m³.

Infrastruktur jargas Sleman didukung 1 unit Pressure Regulating Station (PRS), pipa DTM diameter 180 mm dan 90 mm sepanjang 15,9 kilometer, 5 unit Regulating Station (RS), serta pipa DTR diameter 63 mm sepanjang 125,5 kilometer. Total jaringan sekitar 141,4 kilometer, melayani 4.545 pelanggan rumah tangga, 6 pelanggan kecil, dan 4 pelanggan komersial/industri, atau 4.555 pelanggan. Pengembangan CNG akan mempertimbangkan keekonomian, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait