Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Crypto Winter Tamat? Bitcoin Meledak 34%, Tembus US$ 86.000

Harga Bitcoin melonjak hingga US$86.349,90 pada Senin (21/9/2026), naik sekitar 5,8% dalam sehari dan lebih dari 34% dalam tiga bulan terakhir, mencatat tertinggi sejak akhir Januari 2026. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa "crypto winter" yang berkepanjangan mungkin telah berakhir. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menyatakan keyakinannya bahwa pasar kripto kini memasuki masa "crypto spring" dan berpotensi memasuki periode bullish terpanjang dalam sejarah. Ia menilai kenaikan ini didorong oleh fundamental industri yang semakin kuat, seperti peningkatan transaksi blockchain dan keterlibatan perusahaan keuangan besar seperti BlackRock, yang sebelumnya tidak sepenuhnya tercerminkan dalam harga.

Analis BTIG memprediksi Bitcoin dapat mencapai US$90.000 jika harga bertahan di atas US$75.000. Kenaikan Bitcoin juga mendorong saham terkait kripto seperti Strategy dan Coinbase naik kuat. Namun, lonjakan ini terjadi meski regulasi kripto di AS mengalami kemundalan, dengan Senat gagal meloloskan Clarity Act. Hougan menilai kegagalan undang-undang ini tidak menjadi beban bagi pasar karena regulator yang baru dipimpin oleh pihak yang lebih ramah terhadap industri kripto.

Hougan juga mengamati potensi aliran dana investor dari saham AI ke aset kripto seiring perlambatan pasar AI. Meski pemulihan signifikan, Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertingginya di atas US$126.000 yang dicapai pada Oktober 2025.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait