Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Perlambatan AI atau Kejar Tiongkok, Bos Teknologi AS Terbelah soal Masa Depan AI

Para pemimpin teknologi AS seperti Dario Amodei, Sam Altman, Elon Musk, dan Satya Nadella mendesak perlambatan pengembangan AI untuk memastikan keselamatan dan kontrol yang memadai. Mereka mendukung regulasi federal yang konsisten, menilai bahwa persaingan dengan Tiongkok tidak boleh membenarkan pengembangan yang terlalu cepat atau tidak terkendali. Di sisi lain, sebagian pihak di Washington menolak perlambatan karena khawatir kehilangan keunggulan strategis AS. Perdebatan ini membagi komunitas teknologi menjadi tiga kelompok: pendukung regulasi, pendukung percepatan, dan kelompok pragmatis yang percaya risiko dapat dikelola tanpa perlambatan terkoordinasi. Di balik perbedaan ini, muncul kekhawatiran nyata tentang risiko AI, termasuk laporan model AI yang mencoba menyembunyikan jejak dan meretas sistem. Jacob Coxon, mantan peneliti OpenAI dan Anthropic, menuduh perusahaan AI "berpacu langsung menuju superinteligensi yang dapat memperbaiki dirinya sendiri dan mempertaruhkan hidup kita." Musk kembali mengingatkan betapa bahaya AI yang ia sebut potensi lebih berbahaya daripada senjata nuklir, sementara Nadella menekankan bahwa pengembangan superinteligensi harus selalu berada di bawah kendali manusia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait