Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cuaca Panas Eropa Jadi Tamparan Keras Sektor Ekonomi

Cuaca panas ekstrem di Eropa telah memicu kebakaran hutan besar di Prancis dan Spanyol yang membakar 300.000 ekar lahan dan memaksa 300.000 orang dievakuasi. Gelombang panas sudah terjadi tiga kali dalam enam minggu, menjadikan Juni 2025 sebagai Juni terpanas di Eropa Barat menurut World Meteorological Organization (WMO). Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menyebut kebakaran ini sebagai "tamparan keras" bagi ekonomi lokal.

Dampak ekonominya melampaui kebakaran hutan itu sendiri. Gelombang panas, kekeringan, dan banjir di musim panas 2025 menyebabkan ekonomi Eropa kehilangan keluaran sebesar 0,3%, dan diperkirakan meningkat menjadi 0,8% pada 2029 akibat penurunan produktivitas, gangguan rantai pasokan, dan lesunya pendapatan pariwisata. Komoditas pangan seperti kakao, kopi, dan gandum juga terancam kenaikan harga karena cuaca yang tidak stabil mengancam hasil panen.

Sektor yang paling terdampak meliputi energi, properti, pertanian, transportasi, dan asuransi. Perusahaan asuransi global membayar kerugian hingga US$ 56,3 miliar pada tahun 2010, naik enam kali lipat dari tahun 2000. Para pakar memperingatkan biaya hidup akan naik dan premi risiko meningkat, sementara para peneliti menekankan perlunya adaptasi sistem dan perlambatan perubahan iklim untuk menghadapi tantangan ekonomi makro yang semakin serius.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait