Mengapa Karhutla Terus Berulang? Pakar ITB Ungkap Bahaya Gambut Kering
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut berulang terjadi karena pengeringan. Pakar ITB Elham Sumarga menjelaskan bahwa gambut mengalami pembangunan kanal untuk drainase air, membuat bahan organik mengering menjadi akumulasi bahan bakar luas. Kebakaran di gambut tidak seperti vegetasi biasa; terjadi subsurface smoldering di bawah permukaan tanah, sulit terlihat dan membara lama. Dampaknya meliputi hancurkan habitat satwa liar seperti orangutan, emisi karbon besar, penurunan kualitas udara PM2.5, gangguan aktivitas masyarakat, dan potensi banjir akibat subsidence. Solusi utama adalah rewetting dengan canal blocking untuk mempertahankan kelembapan serta pendekatan paludikultur yang menyesuaikan budidaya dengan kondisi basah. Penelitian ITB menggunakan pemodelan satelit dan GPS untuk memprediksi risiko kebakaran secara antisipatif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 07.54
3 Pekan Padam, Karhutla Kembali Membara di Gunung Bromo
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.25
BNPB: Tidak ada Istilah Bencana, Fenomena Alam Jadi Bencana Karena Keputusan Manusia
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 22.22
Wapres Gibran Minta Polisi Lebih Tegas Tangkap dan Proses Pelaku Karhutla
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.21
Dalam Sebulan, 15 Orangutan Terdampak Karhutla Kalbar Diselamatkan
Berita terkait
Data Terkini BNPB, 734,81 Hektare Lahan Gambut Masih Terbakar, Karhutla Juga Terjadi di Kawasan IKN
JawaPos · 7 September 2026 pukul 16.00
Karhutla Pelalawan mulai Padam, Menhut Minta Petugas Tak Hentikan Pendinginan
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 22.30
Kebakaran Lahan Gambut di Betara Jambi, Ratusan Pohon Pinang Tumbang
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.51
Kebakaran Hutan dan Lahan Berulang, Bahaya Jangka Panjang Mengintai
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.36