Bukan Musim Panas Normal, Sains Bantah Penyangkal Perubahan Iklim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musim panas 2024 di Eropa menjadi yang paling ekstrem dalam sejarah pencatatan, menyebabkan 14.000 kematian terkait cuaca di Jerman dan kerugian €180 miliar PDB di Uni Eropa. Petani kehilangan 9 juta ton hasil panen serealia, sementara kebakaran hutan menghanguskan 254.000 hektare lahan di Spanyol. Para politikus kanan seperti Richard Tice (Inggris) dan Tino Chrupalla (Jerman) menyangkal koneksi perubahan iklim, menyebutnya ' hype '. Namun, NASA dan lembaga iklim independen konfirmasi aktivitas manusia sebagai penyebab utama pemanasan global. Analisis ilmu atribusi menunjukkan kebakaran di Spanyol 20 kali lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim.
Bagikan
Berita terkait
Perubahan Besar Terjadi di Laut, Kebakaran dan Badai di Mana-Mana
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.40
Ahli Ungkap Alasan Kebakaran Hutan Makin Sulit Dipadamkan
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Ilmuwan Ungkap Mengapa Kebakaran Hutan Makin Sulit Dikendalikan
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 22.05
Anggota Komisi IV Dorong Karhutla di Kalimantan Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 15.58