Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Musim Panas Normal, Sains Bantah Penyangkal Perubahan Iklim

Musim panas 2024 di Eropa menjadi yang paling ekstrem dalam sejarah pencatatan, menyebabkan 14.000 kematian terkait cuaca di Jerman dan kerugian €180 miliar PDB di Uni Eropa. Petani kehilangan 9 juta ton hasil panen serealia, sementara kebakaran hutan menghanguskan 254.000 hektare lahan di Spanyol. Para politikus kanan seperti Richard Tice (Inggris) dan Tino Chrupalla (Jerman) menyangkal koneksi perubahan iklim, menyebutnya ' hype '. Namun, NASA dan lembaga iklim independen konfirmasi aktivitas manusia sebagai penyebab utama pemanasan global. Analisis ilmu atribusi menunjukkan kebakaran di Spanyol 20 kali lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim.

Berita terkait