Dampak El Nino, Inflasi Agustus 2026 Diproyeksi Naik ke 3,4%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 diproyeksikan naik ke 3,3--3,4% tahunan (yoy), setelah mengalami deflasi pada Juli 2026. Kenaikan ini dipicu oleh dampak fenomena El Nino yang mengganggu produksi dan distribusi pangan, berimbas pada ketersediaan pasokan. Ekonom Institute for Economic and Social Research LPEM FEB UI, Teuku Riefky, memproyeksikan inflasi akan melandai ke rentang 2,9--3,1% yoy pada Desember 2026. Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi pangan dan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) serta menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5% plus/minus 1% pada 2026--2027. Hingga Juli 2026, inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% yoy berkat peningkatan pasokan komoditas hortikultura, cabai, dan bawang merah.
Bagikan
Berita terkait
Airlangga Bocorkan Insentif Godzilla El Nino, Pangan dan Air Prioritas!
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 10.25
Mentan Terima Laporan 30 Ribu Hektare Lahan Pertanian Terkena Dampak El Nino
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 15.00
Destry soroti tantangan ekspor di tengah CAD melebar pada kuartal II
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 15.34
Strategi Antisipasi Dampak El Nino terhadap Pangan di Banyumas Raya
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.45