Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Dampak Lonjakan Harga Chip, Apple Dikabarkan Bakal PHK Karyawan

Apple di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus berencana melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan akibat lonjakan harga chip penyimpanan. Langkah efisiensi ini akan menyasar tim-tim besar dalam skala kecil dan disertai pembatalan beberapa proyek perusahaan. Tekanan finansial Apple dipengaruhi oleh dua faktor: menipisnya pasokan komponen penyimpanan yang mendongkrak harga, dan penurunan pendapatan dari sektor layanan dibanding kuartal sebelumnya. Penurunan pendapatan layanan ini merupakan pertama kalinya terjadi sejak 2022. Pada akhir Juli, Apple merilis proyeksi pendapatan yang konservatif karena kesulitan mendapatkan pasokan chip penyimpanan. Mantan CEO Tim Cook sebelumnya memperkirakan tekanan pasokan akan berlanjut, sekaligus menyatakan bahwa Apple terpaksa menaikkan harga jual produk akibat kenaikan biaya komponen memori. Cook menggambarkan situasi ini sebagai fenomena kelangkaan memori terparah dalam 100 tahun dengan kenaikan harga yang eksponensial. Pasar chip penyimpanan saat ini mengalami tekanan tinggi akibat lonjakan permintaan high-bandwidth memory (HBM) dan advanced dynamic random-access memory (DRAM) untuk server AI. Produsen seperti SK Hynix, Samsung, dan Micron telah menjual habis kapasitas produksi memori AI premium mereka hingga sebagian besar tahun 2026. Para pengamat memperkirakan keterbatasan pasokan akan berlanjut hingga 2027, menciptakan kondisi menguntungkan bagi produsen chip memori. Langkah PHK dan efisiensi di bawah Ternus diharapkan menekan beban biaya operasional Apple dan mencegah kenaikan harga produk yang lebih tajam pada 2027.

Berita terkait