Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes Merah Putih Disorot, Legislator Komisi VI DPR: Jangan Jadi Bantalan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana penggunaan Dana Desa untuk membayar utang pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mendapat kritik dari DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan bahwa risiko bisnis koperasi tidak seharusnya dialihkan kepada desa. Menurutnya, Dana Desa sebesar Rp240 triliun tersebut harus tetap digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, bukan sebagai bantalan untuk menutupi masalah tata kelola badan usaha koperasi.
Ida mendukung penguatan ekonomi desa melalui koperasi, namun menekankan bahwa dukungan tersebut tidak boleh membuat desa ikut terlibat dalam risiko kegagalan bisnis koperasi. Karena itu, ia meminta pemerintah membuka informasi secara transparan mengenai skema pembiayaan Kopdes Merah Putih, termasuk asal-usul utang, total kewajiban, pihak pemberi pembiayaan, dasar hukum, serta hasil audit program tersebut.
Kewajiban utang program Kopdes Merah Putih dijadwalkan jatuh tempo pada September 2026. Ida juga meminta pemerintah memperjelas pembagian tanggung jawab jika ditemukan kerugian dalam pelaksanaan program, sekaligus memastikan penggunaan Dana Desa tidak mengurangi kemampuan desa dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan publik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 13.14
Mendes: Cicilan Kopdes Hanya untuk Pembangunan yang Rampung
kumparan · 7 September 2026 pukul 21.45
Mendes Yandri soal Dana Desa untuk Bayar Kopdes: Tak Ganggu Pembangunan
Berita terkait
RAPBN 2027: Dana Desa Melonjak Jadi Rp 77 T, Buat Cicil Utang Kopdes Merah Putih
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 10.57
Populer: Utang Kopdes Pakai Dana Desa; JP Morgan Nilai Target Ekonomi 6% Berat
kumparan · 4 September 2026 pukul 05.00
Alokasi Dana Desa RAPBN 2027 Naik Rp21,7 T: Fokus Garap KDMP
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.50
Tahun Depan Dana Desa Tembus Rp 77 T, Terbesar Sejak 2015
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.20