Dana Rp55 Triliun Lebih Tersedot untuk Rawat Inap, Beban BPJS Tembus Rp98 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPJS Kesehatan mencatat realisasi beban jaminan kesehatan sebesar Rp98,54 triliun hingga Juni 2026, belum termasuk audit. Beban terbesar berasal dari Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) sebesar Rp55,56 triliun, diiku oleh Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) Rp30,11 triliun. Sementara itu, beban terkecil tercatat pada pelayanan Promotif dan Preventif sebesar Rp662,66 miliar. Realisasi beban juga mencakumi Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) Rp11 triliun dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP) Rp1,23 triliun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menekankan pentingnya kolaborasi dengan kementerian dan lembaga untuk menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, tantangan utama meliputi keberlanjutan dana, aktivasi peserta, peningkatan mutu layanan, dan penguatan tata kelola melalui pemanfaatan data.
Pujo menjelaskan bahwa JKN telah berkembang menjadi sebuah ekosistem, sehingga kualitas penyelenggaraannya tidak lagi bergantung pada satu institusi, melainkan pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola yang saling terhubung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 September 2026 pukul 18.35
Lewat Fun Walk, BPJS Kesehatan Perkuat Edukasi Program JKN
Berita terkait
Viral Pasien Dihina Curhat Tunggu 8 Jam di RS, Ini Kata BPJS Kesehatan
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.05
Pasien Meninggal Usai Tunggu Kamar 8 Jam, BPJS Beberkan Aturan Rawat Inap
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 14.46
hafiz humas: Tulungagung, Salah Satu Lokasi Uji Coba KRIS
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.26
Tulungagung, Salah Satu Lokasi Uji Coba KRIS
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.26