Danantara Optimistis DSI Bisa Dongkrak Harga Jual Batu Bara dan CPO
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) optimis dapat meningkatkan harga jual ekspor komoditas strategis Indonesia melalui transparansi tata kelola ekspor. DSI memfokuskan tiga komoditas: batu bara, CPO, dan ferroalloy dengan nilai ekspor total hampir US$70 miliar per tahun. Direktur Keuangan DSI Sinthya Roesly menyatakan transparansi arus barang dan uang dapat meningkatkan kepercayaan pasar, sehingga produsen bisa menjual dengan harga lebih tinggi dan pembeli asing lebih yakin membeli dari Indonesia dibanding negara lain.
DSI mengintegrasikan data dari sistem pemerintah seperti Bea dan Cukai, INSW, MOMS, dan Simbara untuk memantau transaksi ekspor hingga tingkat detail. Data yang dikumpulkan mencakup harga, volume, kualitas, kapal pengangkut, negara tujuan, dan repatriasi devisa. Direktur Utama Luke Thomas Mahony menekankan tujuan utama bukan sekadar mendeteksi transaksi bermasalah, tetapi membangun kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas Indonesia.
CEO Rosan Roeslani menyatakan nilai ekspor masing-masing komoditas: batu bara US$30,35 miliar, CPO US$22,67 miliar, dan ferroalloy US$16,43 miliar. DSI telah memantau sekitar 7.000 deklarasi ekspor dengan nilai US$14 miliar dan volume hampai 100 juta ton sejak beroperasi pada 1 Juni 2026. DSI tidak menetapkan harga, melainkan menggunakan indeks pasar untuk memverifikasi kewajaran transaksi.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Siapkan Margin Wajar Penetapan Harga Ekspor SDA
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 22.00
Pendaftaran Calon Mitra Magang Nasional Batch 2 Dibuka hingga 31 Agustus, Simak Info Lengkapnya
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 22.45
IESR Desak Pemerintah Terbitkan Paket Ekonomi yang Dorong Masyarakat Tinggalkan Kendaraan BBM
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 22.30
Dari Taiwan Bawa Pulang Keahlian, BRI Peduli Dorong PMI Naik Kelas Jadi Entrepreneur
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 22.26