Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Revisi Rencana Kerja, Sesuaikan dengan Program Prioritas

Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) untuk menyesuaikan dengan program prioritas baru, termasuk pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan Danantara Development Management Fund (DDMF). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perubahan RKAT disepakati dalam Rapat Dewan Pengawas Danantara agar kebutuhan pendanaan dan operasional DSI serta DDMF dapat terpenuhi. Susunan direksi dan komisaris DSI belum diumumkan karena masih dalam tahap finalisasi.

DSI dibentuk untuk memperkuat pengawasan ekspor komoditas strategis dan mencegah kebocoran devisa akibat praktik under invoicing serta transfer pricing. Presiden Prabowo mencatat DSI telah mengelola devisa negara senilai US$ 10,5 miliar dalam waktu sekitar satu setengah bulan sejak dibentuk. DSI mengandalkan sistem terintegrasi yang menggabungkan data dari Bea dan Cukai, Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan ESDM untuk mendeteksi penyimpangan ekspor.

Pada tahap awal, DSI memantau ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy beserta produk turunannya. Selisih data ekspor yang sebelumnya mencapai sekitar 30% mulai menurun berkat penggunaan indeks pembanding. Pemerintah menjadwalkan masa evaluasi tiga bulan sebelum kebijakan diterapkan penuh pada 1 September 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait