Dari 200 Bar Jadi 0,3 Bar, Ini Perjalanan CNG hingga Masuk Dapur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328046/original/054469900_1787133628-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_16.44.47.jpeg)
Gas bumi untuk keperluan rumah tangga dan komersial di wilayah belum terhubung jaringan pipa disalurkan melalui sistem compressed natural gas (CNG). Gas dikompres hingga tekanan 200 bar dan dibawa menggunakan kendaravan Gas Transport Module (GTM). Tekanan kemudian diturunkan secara bertahap melalui Pressure Regulating Station (PRS) dari 200 bar ke 3 bar, lalu melalui Regulating Station (RS) dari 3 bar ke 0,3 bar sebelum mencapai kompor. Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan menjelaskan proses ini diperlukan karena tekanan transportasi jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan akhir. Sistem ini memungkinkan gas alam menjangkau daerah seperti Yogyakarta yang belum memiliki jaringan pipa langsung.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Cuma Industri, PGN Gagas Salurkan CNG ke Rumah Tangga
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
CNG Jadi Alternatif LPG Impor, PGN Gagas Ungkap Strategi Pengembangan
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.45
Masa Depan Energi Bersih, Gas Bumi Invasi Jogja dan Sekitarnya
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.20
RI Bakal Uji Coba Penggunaan CNG 'Pengganti' LPG 3 Kg Pekan Depan
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 09.00