Dari Jamur Tak Terjual Jadi Cuan, Kisah Ibu Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335661/original/069718800_1788014395-e0a57acc-d512-41bf-88d9-b9a8b50847e8.jpeg)
Ibu Astuti dari Balikpapan memulai usaha olahan jamur tiram sebagai nasabah PNM Mekaar. Dari dapur 3x3 meter, ia mengolah jamur tak terjual menjadi krispis dan stik dengan nilai jual tambahan. Pendirian ini menjadi peluang ekonomi keluarga. PNM memberikan pembiayaan dan pemberdayaan untuk pengusahaan ultra mikro. Perjalanannya mulai dari penjualan jamur langsung menua menjadi penggerak Bank Sampah di Kampung Madani. Kisah ini membuktikan usaha mikro dapat berkembang menjadi manfaat sosial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 20.07
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Justru Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 19.56
Kisah Nasabah PNM Mekaar Bangun Usaha dari Jamur Sisa hingga Pimpin Bank Sampah
Berita terkait
Buka Pameran Roepa Merdeka, Tri Tito Puji Kreativitas Seni Instalasi DWP BIN
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 17.07
PNM dan Danantara Perluas Harapan 23,1 Juta Pengusaha Ultra Mikro untuk Sejahtera
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.21
PNM Wujudkan Semangat Kemerdekaan lewat Pemberdayaan Ultra Mikro
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.16
Bantu Akses Kerja Penyandang Disabilitas, PNM Gelar Pelatihan Ecoprint
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.45