Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Justru Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ibu Astuti dari Kampung Madani, Waru, Penajam memulai usaha olahan jamur tiram dari dapur berukuran 3x3 meter sebagai nasabah PNM Mekaar. Ketika hasil panen jamur tidak habis terjual, ia mengolahnya menjadi jamur krispi dan stik jamur, mencegah pemborosan sekaligus menciptakan produk bernilai jual baru. Perjalanan usahanya berkembang hingga menjadi Ketua Klasterisasi Bank Sampah di kampungnya, mengajak masyarakat melihat limbah sebagai peluang ekonomi. Pemberdayaan dan pembiayaan PNM menjadi kunci keberhasilan Ibu Astuti mengubah keterbatasan menjadi kemandirian ekonomi dan dampak positif bagi lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.44
Dari Jamur Tak Terjual Jadi Cuan, Kisah Ibu Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 19.56
Kisah Nasabah PNM Mekaar Bangun Usaha dari Jamur Sisa hingga Pimpin Bank Sampah
Berita terkait
Dukung Pemulihan Pascabencana, Kemenekraf Bekali Pelaku Ekraf Strategi Branding hingga Produksi Iklan
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 21.16
DPR RI Dorong Skema Pembiayaan Khusus Sektor Kreatif dan UMKM di Bali
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 18.58
Pemerintah Kejar Potensi Investasi Industri Olahraga RI Senilai Rp 8.000 T
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 12.52
Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 23.53