Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari Rp 2,41 T Jadi Rp 8,51 T, Mengintip Pertumbuhan Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 252,8% pada semester I 2026, mencapai Rp8,51 triliun dibandingkan Rp2,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh efisiensi operasional, disiplin biaya, dan peningkatan volume produksi. Presiden Prabowo Subianto menyorai kinerja ini dalam pidatonya, menekankan bahwa keuntungan naik meski harga pupuk turun hingga 20%. Pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan 51% hingga mencapai Rp59,67 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp14,28 triliun, tumbuh 140%.

Pupuk Indonesia melakukan transformasi bisnis melalui operational excellence, cost leadership, dan digitalisasi. Strategi ini termasuk optimalisasi aset, diversifikasi bisnis ke metanol, clean ammonia, dan industrial support, serta penguatan distribusi pupuk bersubsidi. Perusahaan berhasil menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025, naik 10,68% dari tahun sebelumnya. Hingga September 2026, telah terdistribusi 6,33 juta ton dari alokasi 9,8 juta ton pemerintah.

Direktur Utama Rahmad Pribadi menekankan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya soal angka, tetapi juga memastikan ketahanan bisnis dan manfaat langsung bagi petani. Dengan kapasitas produksi 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia siap memenuhi kebutuhan domestik dan menjawab peluang pasar global. Transformasi ini selaras dengan arahan pemerintah melalui Danantara untuk optimalisasi aset BUMN guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Berita terkait