Data Bansos Dirombak, Penerima PBI-JKN Desil 6–10 Anjlok dari 15 Juta Jadi 355 Ribu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) menyebabkan perubahan drastis pada penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN). Penerima dari kelompok desil 6–10 (kelompok lebih mampu) anjlok dari 15,03 juta jiwa pada April 2025 menjadi hanya 355.396 jiwa pada April 2026. Sebaliknya, penerima dari desil 1–5 (kelompok lebih rentan) meningkat dari 76,47 juta jiwa menjadi 96,39 juta jiwa pada periode yang sama.
Perombakan ini dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah salah sasaran, di mana sebelumnya terdapat 15 juta penduduk mampu yang menerima bantuan, sementara 54 juta penduduk miskin justru belum terlindungi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan mengalihkan bantuan kepada mereka yang lebih membutuhkan melalui proses verifikasi kondisi sosial ekonomi. Pemerintah tetap menyediakan mekanisme reaktivasi bagi peserta yang dinonaktifkan namun terbukti masih memenuhi kriteria penerima.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 20.07
Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Mensos Ajak Warga Jadi Agen Perlinsos
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.08
Terindikasi Judi Online, 20 Ribu Penerima Bansos di Kabupaten Bekasi Dicoret
kumparan · 8 September 2026 pukul 19.34
Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Gus Ipul Ajak Warga Ikut Mutakhirkan Data
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 17.21
Kemensos buka ruang partisipasi publik untuk mutakhirkan data bansos
Berita terkait
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
Penyebab Desil DTSEN Berubah Drastis Terungkap, Apakah Bansos Batal Cair?
JawaPos · 4 September 2026 pukul 10.15
Ini Alasan Perubahan Desil DTSEN Menurut Kemensos
Detik.com · 4 September 2026 pukul 09.01
Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.00