Kemensos buka ruang partisipasi publik untuk mutakhirkan data bansos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial (Kemensos) membuka partisipasi publik untuk memutakhirkan data penerima bantuan sosial (bansos) agar lebih akurat dan dinamis. Langkah ini bertujuan mengeluarkan warga yang sudah mampu dan menjangkau kelompok masyarakat miskin yang belum terdata (the invisible people). Pemutakhiran dilakukan melalui jalur formal via operator SIKS-NG di kelurahan/desa serta jalur publik melalui fitur usul-sanggah di aplikasi Cek Bansos, situs regsosek.bps.go.id, Call Center 021-171, dan WhatsApp 0887-7171-171.
Kemensos bekerja sama dengan BPS dan pemerintah daerah melakukan verifikasi faktual untuk menyaring warga berpenghasilan menengah ke atas (Desil 6-10). Hingga September 2026, kolaborasi ini telah memperbarui data 14.141.195 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain itu, pemerintah sedang menguji coba digitalisasi bansos melalui portal perlinsos.kemensos.go.id di 42 kabupaten/kota dengan melibatkan relawan dan perangkat desa sebagai agen digitalisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.49
Bansos Tak Lagi Cuma Urusan Pemerintah, Warga Bisa Usul Penerima yang Harus Dicoret
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 15.45
Ribuan Penerima Bansos di Gunungkidul Terindikasi Main Judol, 513 Mengajukan Sanggah
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 14.45
Simak Cek Desil Memakai HP di cekbansos.kemensos.go.id
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 14.43
Anggota DPR Berharta Rp3,5 Miliar Masuk Kategori Desil 4 Rentan Miskin
Berita terkait
Terindikasi Judi Online, 20 Ribu Penerima Bansos di Kabupaten Bekasi Dicoret
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.08
Terlacak Main Judi Online, Bansos 1.400 KPM Ditahan Kemensos
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.30
Ketahuan Main Judol, 20 Ribu Penerima Bansos di Bekasi Dicoret
JawaPos · 7 September 2026 pukul 11.46
Kemensos Bongkar Fakta 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.05