Data Kemiskinan Beda dengan Bank Dunia, Ini Penjelasan BPS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3270808/original/064943900_1603018359-20201018-Kemiskinan-5.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan perbedaan angka kemiskinan Indonesia antara data nasional dan perkiraan Bank Dunia. Bank Dunia memperkirakan 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan pada 2026, dengan menggunakan batas US$ 8,30 per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2021. Angka ini merupakan standar internasional untuk negara berpendapatan menengah atas dan digunakan untuk membandingkan kondisi antarnegara, bukan sebagai ukuran kemiskinan nasional Indonesia.
Sementara itu, BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. BPS menggunakan metode Cost of Basic Needs (CBN) yang menghitung pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan. Untuk kebutuhan makanan, BPS menggunakan standar konsumsi minimal 2.100 kilokalori per orang per hari, sementara kebutuhan nonmakanan meliputi tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, pakaian, dan transportasi.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Nashrul Wajdi menegaskan kedua angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung karena menggunakan standar garis kemiskinan yang berbeda dan memiliki tujuan pengukuran yang berbeda. Bank Dunia sebelumnya juga menyatakan bahwa garis kemiskinan nasional dan statistik kemiskinan yang diterbitkan BPS lebih tepat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam negeri Indonesia. Pada Maret 2026, garis kemiskinan rumah tangga rata-rata nasional tercatat sebesar Rp 3.091.866 per bulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 19.09
BPS menjelaskan perbedaan garis kemiskinan RI dengan Bank Dunia
Detik.com · 2 September 2026 pukul 20.30
Angka Garis Kemiskinan Berbeda dengan Versi Bank Dunia, BPS Buka Suara
Detik.com · 2 September 2026 pukul 20.30
Angka Kemiskinan Berbeda dengan Versi Bank Dunia, BPS Buka Suara
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.30
Membaca Perbedaan Garis Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS
Berita terkait
BPS Buka Data Kemiskinan di Kaltim yang Dipimpin Rudy Mas'ud
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.39
Kemiskinan di Perdesaan Jateng Lebih Tinggi daripada Perkotaan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.00
Alhamdulillah, 27 Ribu Warga Sumsel Keluar dari Garis Kemiskinan
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.30
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 22,93 Juta Orang Per Maret 2026
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 14.45