Dedi Mulyadi: 'Kan yang Penting Nyenggol KDM Biar Ramai, He-he-he'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah kabar defisit APBD Jawa Barat sebesar Rp5,7 triliun. Setelah rekonsiliasi, nilai tekanan keuangan turun menjadi Rp3,4 triliun. Kondisi ini dipicu oleh tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) pusat periode 2023-2026 sekitar Rp4 triliun, rendahnya penerimaan cukai tembakau, serta insentif pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mobil listrik.
Untuk menjaga arus kas, Pemprov Jabar mempertimbangkan pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan skema pembayaran menggunakan piutang DBH dari Kementerian Keuangan. Namun, opsi ini hanya akan direalisasikan jika kondisi likuiditas daerah membutuhkan. Dedi memastikan pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan tetap berjalan normal.
Bagikan
Berita terkait
Kas Jabar Terancam Defisit, Dedi Mulyadi Ogah Buru-buru Pinjam Rp3,4 T: Nanti Warga Rugi Bayar Bunga
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 10.07
APBD Jabar Diproyeksi Defisit Rp5,7 Triliun, Dedi Mulyadi Sebut Pusat Belum juga Cairkan DBH
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 09.41
Purbaya Memastikan DBH Daerah Cair Meski Nominalnya Tak Sesuai Pengajuan
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 14.28
Purbaya: DBH ke Daerah Tetap Cair, tapi Tak Sebesar Permintaan Pemda
kumparan · 9 September 2026 pukul 05.30