Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dedi Mulyadi: Kita Harus Malu ke Status Diri Sendiri, Tidak Terus-terusan Berpikir Naikkan Tunjangan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkritik keras budaya birokrasi yang selalu mengutamakan kepentingan pejabat di atas kebutuhan masyarakat. Dalam pernyataannya, ia meminta para pejabat tidak terus-menerus meminta kenaikan tunjangan atau penambahan fasilitas ketika masih banyak rakyat yang belum mendapatkan layanan dasar yang layak. Menurut Dedi, besarnya tunjangan dan fasilitas yang telah diterima seharusnya membuat pejabat lebih bijaksana dalam mengalokasikan anggaran, bukan justru menuntut lebih banyak lagi.

Dedi menekankan bahwa anggaran pemerintah harus ditujarkan untuk kepentingan publik, seperti pendidikan dan layanan kesehatan, daripada untuk kebutuhan seremonial atau fasilitas kantor yang tidak mendatangkan dampak nyata. Ia mempertanyakan besarnya pengeluaran untuk kegiatan rutin seperti kunjungan kerja, rapat-rapat, hingga penggantian laptop dan layar digital setiap tahun yang dianggap tidak berguna.

Sebagai langkah konkret, Dedi menerapkan perubahan dalam upacara HUT ke-81 RI di Jawa Barat dengan menempatkan kelompok masyarakat seperti petani, nelayan, dan pekerja harian sebagai tamu VIP. Langkah ini menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan harus inklusif dan tidak hanya memberikan ruang istimewa kepada para pejabat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait