Dedi Mulyadi Sindir Sosok Feodalistik: Penjajah Emang Kejam, Tapi Sikap Menjajah Bangsa Sendiri...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan bahaya mentalitas feodal di birokrasi yang menuntut fasilitas dan menghabiskan anggaran untuk kepentingan seremonial. Ia membandingkan perilaku pejabat yang membebani rakyat sendiri dengan penjajahan kolonial, menilainya "jauh lebih kejam". Dedi menegaskan kemerdekaan harus berarti meninggalkan budaya pejabat sebagai kelompok yang dilayani, dan beralih ke birokrasi yang melayani masyarakat serta mengarahkan anggaran untuk kesejahteraan rakyat. Ia meminta pejabat introspeksi, menunda pengeluaran pribadi seperti pembelian mobil, baju, atau renovasi rumah dinas, serta mengalihkan dana untuk kebutuhan masyarakat yang masih miskin dan kekurangan layanan dasar. Dedi mengkritik kebiasaan rapat mewah yang menghabiskan puluhan juta rupiah sementara rakyat menderita, serta kegiatan birokrasi yang sibuk mengurus kenyamanan internal tanpa dampak nyata. Sebagai contoh nyata, pada perayaan HUT ke-81 RI di Jawa Barat, Dedi menempatkan petani, nelayan, pengemudi ojek online, petugas kebersihan, dan pekerja bangunan sebagai tamu VIP di bawah tenda, sementara pejabat, TNI, dan Polri duduk di area depan. Simbol ini bertujuan menunjukkan negara menghormati masyarakat yang bekerja, bukan membangun jarak antara pejabat dan rakyat.
Bagikan
Berita terkait
Dedi Mulyadi: Kita Harus Malu ke Status Diri Sendiri, Tidak Terus-terusan Berpikir Naikkan Tunjangan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.27
Dedi Mulyadi Soroti Amdal Data Center Jatiluhur, Ternyata Belum Diterbitkan!
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 04.10
Pemprov Jabar Siaran Perdana Bursa Kerja Secara Live Lewat Tiktok KDM
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.55
Kas Jabar Terancam Defisit, Dedi Mulyadi Ogah Buru-buru Pinjam Rp3,4 T: Nanti Warga Rugi Bayar Bunga
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 10.07