Dedi Mulyadi: Tramadol hingga Tawuran Bentuk 'Penjajahan' Tak Terlihat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperingatkan adanya bentuk 'penjajahan tidak terlihat' yang mengancam generasi muda melalui penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya Tramadol. Dalam peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate, ia menyoroti bahwa obat-obatan tersebut masih dijual bebas di berbagai sudut kampung, yang kemudian memicu peningkatan tindak kriminalitas.
Dedi menegaskan bahwa dampak penyalahgunaan obat ini melampaui masalah kesehatan, karena dapat merusak pola pikir, semangat hidup, dan nasionalisme pemuda. Hal ini berujung pada aksi kriminal seperti tawuran, pembacokan, hingga pembunuhan. Ia mengajak seluruh pihak untuk memberantas peredaran obat terlarang demi melindungi masa depan generasi muda dan memaknai kemerdekaan sebagai upaya pembebasan dari ancaman perusak kehidupan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.47
Dedi Mulyadi: Pengen Dihormat-hormat Ketika Kunjungan, Tapi yang Dikunjunginya Tetap Menderita...
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.27
Dedi Mulyadi: Kita Harus Malu ke Status Diri Sendiri, Tidak Terus-terusan Berpikir Naikkan Tunjangan
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.26
HUT Ke-81 RI, Dedi Mulyadi Siap Optimalkan Layanan Dasar ke Masyarakat
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 07.14
Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Lagi Ada Warga Jabar Masuk ke Rumah Sakit, Pulangnya Berhutang
Berita terkait
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Negatif Pengonsumsi Tramadol
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.30
Dedi Mulyadi Bantah Sudah Meresmikan Data Center AI Jatiluhur
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.45
Guru PPPK Paruh Waktu Rekam Dalaman Rok Siswi di Subang Dipecat
kumparan · 30 September 2026 pukul 18.14
Selamat Ginting: Jika Salah Langkah, Dedi Mulyadi Bisa Bernasib Seperti Ridwan Kamil
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 14.30