Dedi Mulyadi: Tramadol hingga Tawuran Bentuk 'Penjajahan' Tak Terlihat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperingatkan adanya bentuk 'penjajahan tidak terlihat' yang mengancam generasi muda melalui penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya Tramadol. Dalam peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate, ia menyoroti bahwa obat-obatan tersebut masih dijual bebas di berbagai sudut kampung, yang kemudian memicu peningkatan tindak kriminalitas.
Dedi menegaskan bahwa dampak penyalahgunaan obat ini melampaui masalah kesehatan, karena dapat merusak pola pikir, semangat hidup, dan nasionalisme pemuda. Hal ini berujung pada aksi kriminal seperti tawuran, pembacokan, hingga pembunuhan. Ia mengajak seluruh pihak untuk memberantas peredaran obat terlarang demi melindungi masa depan generasi muda dan memaknai kemerdekaan sebagai upaya pembebasan dari ancaman perusak kehidupan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.15
Kali Pertama, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jabar Dilaksanakan di Halaman Gedung Sate
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 12.01
Pertama Kali Upacara 17 Agustus di Gedung Sate, Dimeriahkan Defile Pasukan Elite
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.07
Banyak Rutilahu di Jabar, Dedi Mulyadi: Warga Bisa Ajukan Perbaikan Gratis
Berita terkait
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Negatif Pengonsumsi Tramadol
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.30
KDM Soroti 500 Ribu Warga Jabar Belum Nikmati Listrik: Birokrasi Harus Berbenah
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.40
KDM Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Sate, Ingatkan Makna Kemerdekaan
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 10.54
KDM Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan, Upacara HUT RI Digelar di Gedung Sate
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 12.59