Defisit anggaran RAPBN 2027 sebesar 2,4 persen peningkatan signifikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menetapkan defisit anggaran RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp671,2 triliun atau 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Senior Economist DBS Group Research, Radhika Rao, menilai penetapan ini sebagai peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap konsolidasi fiskal dan pengawasan pengeluaran. Menurutnya, kerangka RAPBN 2027 memiliki tujuan yang jelas, terutama dalam hal efisiensi belanja dan alokasi dana yang bertahap. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,0 persen pada 2027, didukung oleh kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap berkelanjutan. Kebijagan pembiayaan dilakukan secara hati-hati melalui kombinasi utang dan non-utang, dengan mempertimbangkan biaya, risiko, dan manfaat jangka panjang. Pendanaan akan dilakukan melalui pendalaman pasar keuangan domestik, perluasan basis investor, diversifikasi obligasi global, dan pengembangan pembiayaan inovatif seperti blended finance.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian PU Periksa 2.000 Pegawai Terkait Judol
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.10
PLN EPI Pastikan Pengembangan Biomassa Tanpa Deforestasi
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.10
Masyarakat Masih Enggan Pakai Asuransi Kredit Pinjol, Harga Premi Dinilai Kemahalan
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.08
Hamure Tawarkan Ruang Modular untuk Industri Tambang hingga Konstruksi
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.05