Destry: BI tak cukup andalkan moneter hadapi global yang kompleks
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan kebijakan moneter saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang kompleks. Menurutnya, negara-negara maju seperti AS dan Eropa masih dihadapkan pada inflasi tinggi sehingga peluang penurunan suku bunga semakin terbatas. Yield surat utang AS 10 tahun naik ke 4,5-4,6 persen, sementara indeks dolar AS (DXY) menguat dan pertumbuhan ekonomi AS melambat.
Situasi global yang "higher for longer" menyulitkan Indonesia hanya mengandalkan BI-Rate. Oleh karena itu, BI mengoptimalkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong aliran modal asing dan mendukung pertumbuhan domestik. Giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank konvensional efektif berada di level 9 persen, namun insentif telah mendorong penurunan GWM sehingga likuiditas dapat dialokasikan ke sektor prioritas.
Hingga awal Agustus 2026, total insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp446,5 triliun atau 5,02 persen dari dana pihak ketiga (DPK). Untuk mengatasi segmentasi likuiditas, BI menambah insentif KLM Pendalaman Pasar Uang hingga 2 persen DPK bagi bank yang menjaga alokasi SBN dan SRBI non-repo di bawah 19 persen. Alokasi KLM financing channel dinaikkan menjadi maksimal 4 persen DPK, sehingga total insentif KLM mencapai 6 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 07.39
Hadapi Ketidakpastian Global, BI Siapkan 3 Jurus Kebijakan untuk Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.00
Gubernur BI Destry Damayanti Waspadai Tren Higher for Longer
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Menguat ke Rp17.679, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI di Era Destry
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.18
Destry Damayanti Bicara Arah Kebijakan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global
Berita terkait
Besok Dilantik, Ini Langkah Pertama Destry Sebagai Gubernur BI
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.15
Kebijakan Baru BI, Bank dengan Rasio SSB di Atas 19% Tak Dapat Tambahan Insentif
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 18.10
BI Prediksi Suku Bunga the Fed Naik
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.45
Destry-Purbaya Kompak Bikin Skema Cegah Bank Kekeringan Likuiditas
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.55