BI Prediksi Suku Bunga the Fed Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memrediksi suku bunga Fed (FFR) Amerika Serikat akan naik pada kuartal IV 2026. Hal ini dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang lemah (3,0 persen) dan inflasi tinggi (4,5 persen). Konflik Timur Tengah mendorong harga minyak naik, menambah tekanan inflasi. Yield US Treasury tetap tinggi, mengurangi daya tarik investasi di Emerging Markets. DXY dan ADXY tetap kuat, menuntut sinergi kebijakan fiskal-moneter untuk ketahanan ekonomi domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 14.40
BI: Prospek ekonomi global masih lemah, ketidakpastian tetap tinggi
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.17
Rupiah Diprediksi Sentuh Rp 17.500-18.000 per Dolar AS pada Akhir 2026
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75 Persen demi Bendung Gejolak Global
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 16.44
BI: Era “higher for longer” membayangi pasar keuangan global
Berita terkait
Misbakhun Bocorkan Sosok yang Tepat Jadi Gubernur BI
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 19.25
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, BI Optimistis Target 2026 Tercapai
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.15
BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.14
BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara!
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 14.10