Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan alasan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75%. Keputusan ini didasarkan pada kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada di bawah kapasitas potensialnya, sehingga masih tersedia ruang kebijakan untuk mendukung pertumbuhan. BI tidak langsung menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap kebijakan The Fed, melainkan terlebih dahulu melakukan asesmen dampaknya terhadap inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut Destry, inflasi saat ini masih memberi ruang bagi BI untuk mempertahkan kebijakan suku bunga. Core inflation berada di kisaran 2%, sementara inflasi headline mencapai 3,19%. Output gap yang masih negatif menunjukkan ekonomi belum mencapai penuh kapasitasnya, sehingga masih ada ruang untuk pertumbuhan tanpa menimbulkan tekanan inflasi.
BI juga menilai dampak kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi. Asesmen menunjukkan kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi hingga 0,1 poin persentase. Sebagai alternatif, BI menggunakan instrumen kebijakan yang lebih tertarget seperti insentif biaya hedging untuk menarik aliran modal. Kebijakan ini telah mendorong inflow sekitar US$6 miliar dalam sebulan terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 18.50
DBS: Mayoritas bank sentral Asia “wait and see” jelang akhir tahun
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.48
Bank Indonesia: Kenaikan BI-Rate 25 Bps Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 0,1%
Berita terkait
Calon Gubernur BI Ungkap Kontribusi Bank Indonesia terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.00
Bos BI Lihat Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3 Persen
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 04.45
Prospek Ekonomi Global Lemah, Pertumbuhan Diproyeksi hanya 3 Persen
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.48
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga di 5,75%, Ini Alasannya
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.01