Bank Indonesia: Kenaikan BI-Rate 25 Bps Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 0,1%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tidak menaikkan BI-Rate meskipun The Fed telah menaikkan suku bunga. Keputusan ini diambil karena ekonomi Indonesia dinilai masih bergerak di bawah level potensial dengan output gap negatif, sehingga masih terdapat ruang pertumbuhan tanpa memicu inflasi yang berlebihan. Saat ini, inflasi inti tetap terjaga di kisaran 2 persen.
BI memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dapat memangkas pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1%. Sebagai alternatif, BI menerapkan kebijakan lebih tertarget seperti insentif biaya hedging untuk menarik aliran dana masuk melalui DNDF dan swap yang telah mencapai USD 6 miliar. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa memberikan tekanan general pada seluruh sektor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 15.30
Tak Ikut AS, BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga Acuan
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 14.20
Gubernur BI: Setiap Kenaikan Suku Bunga 25 Bps, Ekonomi Akan Turun 0,1 Persen
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 14.00
Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti
Berita terkait
BI Rate Tetap 5,75%
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.28
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
BI Rate 5,75 Persen, Ekonom: Pilihan Paling Tepat untuk Kondisi Saat Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.57
BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen per Agustus 2026
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.35