Di Malaysia, Jokowi Beri Pesan Jadi Pemimpin Harus Mau Mendengarkan, Jangan Cuma Andalkan Kekuatan Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam Penang Peace Dialogue 2026 di Malaysia menyampaikan kebutuhan reformasi PBB menjadi 'PBB 2.0' untuk menghadapi konflik global yang kompleks. Ia menekankan PBB harus berubah sistem, proses, dan strateginya, serta memperkuat mediasi dan diplomasi. Jokowi menyatakan konflik saat ini saling terkait dampaknya melebihi batas negara, memerlukan institusi global yang lebih kuat. Selain itu, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang mendengarkan, memiliki integritas, kesabaran, keberanian, dan empati, bukan hanya andalkan kekuatan politik atau ekonomi. Reformasi diperlukan agar PBB tetap relevan dan mampu mencegah konflik meluas.
Bagikan
Berita terkait
Fondasi Perdamaian Menurut Jokowi: Pemimpin dan Rakyat Saling Mengerti
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 06.50
President University Resmi Jadi Pusat Studi ASEAN ke-70 di Indonesia
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 16.30
Mencari Pemimpin Birokrasi 2035 di Tengah Hilangnya Tangga Karier ASN
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 11.18
Upaya Pemulihan Keamanan Timur Tengah, Kepala Militer Pakistan Kunjungi Teheran
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 00.26