Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Fondasi Perdamaian Menurut Jokowi: Pemimpin dan Rakyat Saling Mengerti

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menekankan bahwa kepemimpinan sejati harus didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap rakyat, bukan sekadar strategi dan kekuasaan. Pesan ini disampaikan dalam gala dinner pembukaan Penang Peace Dialogue di George Town, Malaysia, pada 5-6 September 2026. Jokowi menjelaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya mampu mendengar suara rakyat, merasakan keresahan mereka, dan memahami persoalan yang dihadapi untuk membangun masa depan bersama. "Dalam situasi seperti ini, peran para pemimpin menjadi sangat penting. Seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang memahami strategi dan kekuasaan, tetapi seseorang yang benar-benar memahami rakyatnya," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa rakyat yang kuat tidak hanya menuntut, tetapi juga memahami arah dan tantangan yang dihadapi pemimpinnya. Ketika pemimpin dan rakyat saling memahami, fondasi perdamaian akan terbentuk. Menurut Jokowi, perdamaian lahir dari hati yang mau mendengarkan dan keberanian untuk memahami. Forum Penang Peace Dialogue menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan, belajar dari pengalaman masing-masing, dan bekerja sama demi masa depan dunia yang lebih damai. Jokowi dijadwalkan menyampaikan pidato utama dalam forum tersebut pada hari Minggu, 6 September 2026. Acara gala dinner juga dihadiri oleh Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow, Konsul Jeneral RI Penang Wanton Saragih, serta sejumlah tokoh masyarakat Malaysia.

Berita terkait