Ditawari Rp 471 Miliar, Ibu-Anak Petani Malah Usir Raksasa AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua petani perempuan di Kentucky, Amerika Serikat, menolak tawaran senilai Rp471,34 miliar (US$26,48 juta) dari sebuah perusahaan AI raksasa, yang diduga kuat adalah Meta, untuk membeli lahan keluarga mereka. Delsia Bare (54) dan ibunya Ida Huddleston (83) sempat menandatangani kesepakatan, namun menyadari bahwa lahan mereka akan dijadikan pusat data dengan kapasitas 2,2 gigawatt, sehingga Bare membatalkan kontrak dan mengusir perwakilan perusahaan. Lahan Bare seharga US$48.000 per acre (187 hektare), sementara lahan Huddleston US$60.000 per acre (71 acre). Bare menyatakan penolakannya didasarkan pada keyakinan agamanya dan skeptisisme terhadap AI, serta lahan tersebut telah digarap keluarganya sejak 1848. Penolakan ini memicu perpecahan di kalangan warga Maysville, dengan 20% mendukung, 20% menolak, dan 60% ingin segeri selesai. Perusahaan menawarkan kompensasi termasuk dana untuk infrastruktur dan 400 lapangan kerja, namun Bare dan Huddleston tetap kukuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
WhatsApp Resmi Luncurkan Meta Business Agent Untuk Pelaku Bisnis di Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.17
The Sovereignty We’re Renting
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 04.00
Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA
Berita terkait
Sinergi Danantara, NeutraDC Gandeng PLN Kembangkan Hyperscale Data Center
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.27
NeutraDC Gaet PLN Ekspansi Kapasitas Data Center di Cikarang hingga 200 MW
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.48
NeutraDC Gandeng PLN, Siapkan Ekspansi Data Center hingga 200 MW
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.39
NeutraDC Gandeng PLN Siapkan Ekspansi Hyperscale Data Center
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.10