DOGE Klaim Hemat Rp 1.958 Triliun, Lembaga Pengawas Ini Temui Kejanggalan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282507/original/020517700_1752477543-AP25193806666316.jpg)
Lembaga pengawas pemerintah AS, Government Accountability Office (GAO), menemukan kejanggalan dalam klaim penghematan yang dilaporkan Department of Government Efficiency (DOGE). DOGE mengklaim menghemat US$ 110 miliar atau sekitar Rp 1.958 triliun melalui situs Wall of Receipts. GAO menilai angka tersebut tidak transparan dan tidak didukung bukti memadai, termasuk metode penghitungan yang tidak bisa diverifikasi untuk 96% dari total penghematan yang dilaporkan. GAO menemukan sejumlah klaim yang tidak akurat. Sebanyak 108 dari 264 perjanjian sewa yang disebut DOGE diakhiri ternyata sudah dalam proses pengakhiran sebelum DOGE dibentuk. Selain itu, klaim penghematan US$ 1,7 miliar dari pengakhiran kontrak layanan TI dengan Departemen Pertahanan tidak terealisasi karena kontrak tersebut tidak pernah diputus. Audit ini mencakup data penghematan dari 20 Januari 2025 hingga 7 Juli 2026 dan dilakukan atas permintaan Senator Gary Peters dan Richard Blumenthal. DOGE yang sempat dipimpin Elon Musk ditutup bulan lalu. Target penghematan US$ 2 triliun per tahun tidak tercapai; situs DOGE hanya mencatat estimasi penghematan US$ 214 miliar. Senator Peters menilai DOGE serampangan dan menyesatkan, serta merusak kemampuan pemerintah melayani rakyat.", "tags": ["doge", "gao", "penghematan", "pemerintah-as", "elon-musk"]
Bagikan
Berita terkait
Lahan 22 Hektare di Bone Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Ayam
Detik.com · 27 September 2026 pukul 20.30
Uji Coba Kedua Bayar Tol Tanpa Berhenti Dipercepat
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 20.27
Travel Tawarkan Promo-Jaga Kepercayaan Jemaah Islamic Travel Connect
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 20.14
MK Ubah Aturan Klaim, Industri Asuransi Harus Racik Produk dari Hulu ke Hilir
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 20.08