Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Dolar AS Tembus Rp 17.800, BI Ungkap Biang Keroknya

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mencapai Rp 17.847, dengan tekanan utama berasal dari kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak tetap di atas US$100 per barel. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa kebutuhan valas importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik juga berkontribi pada pelemahan rupiah. BI menyatakan akan terus intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui operasi moneter pro-market dan penguatan strategi likuiditas.

Bank Indonesia akan melakukan intervensi secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Selain itu, BI terus mengoptimalkan insentif untuk mendorong arus masuk modal asing dan mendiversifikasi permintaan valas melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Pada akhir Agustus 2026, cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,5 miliar. Secara keseluruhan, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan quarter-to-date sebesar 0,37%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait