BI Beber Biang Kerok Rupiah Melemah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menjelaskan pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada Senin (21/9) dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak mentah tetap tinggi di atas US$100 per barel. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,50 persen atau 89 poin ke Rp17.847 per dolar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan harga minyak tinggi meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal, sambil tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik.
BI menyatakan akan terus intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. Strategi yang dilakukan meliputi penguatan operasi moneter pro-market, penggunaan swap lindung nilai dengan insentif, transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. BI juga akan mengoptimalkan insentif untuk mendorong arus masuk modal asing dan mendiversifikasi permintaan valas melalui skema Local Currency Transaction (LCT).
Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan dengan penguatan quarter-to-date (QTD) sebesar 0,37 persen. Posisi cadangan devisa BI juga meningkat ke level US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.08
Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 15.58
Rupiah Terkapar ke Rp17.813 per USD, BI: Masih Sejalan dengan Pergerakan Mata Uang Kawasan
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 15.58
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 09.48
Dalam Sepakan, Rupiah Tertekan 0,83 Persen
Berita terkait
Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.44
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.16
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.06