Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Beber Biang Kerok Rupiah Melemah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS

Bank Indonesia (BI) menjelaskan pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada Senin (21/9) dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak mentah tetap tinggi di atas US$100 per barel. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,50 persen atau 89 poin ke Rp17.847 per dolar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan harga minyak tinggi meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal, sambil tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik.

BI menyatakan akan terus intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. Strategi yang dilakukan meliputi penguatan operasi moneter pro-market, penggunaan swap lindung nilai dengan insentif, transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. BI juga akan mengoptimalkan insentif untuk mendorong arus masuk modal asing dan mendiversifikasi permintaan valas melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan dengan penguatan quarter-to-date (QTD) sebesar 0,37 persen. Posisi cadangan devisa BI juga meningkat ke level US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait