Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah

Bank Indonesia (BI) menegaskan strategi stabilitas rupiah masih menjadi prioritas amid geopolitik tension di Timur Tengah yang menyisihkan harga minyak di atas US$100 per barel. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter, menyatakan harga minyak tinggi meningkatkan risiko inflasi global serta tekanan pada outlook fiskal Indonesia. Rupiah tekanan dari kebutuhan valas importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik. BI tetap aktif di pasar melalui intervensi NDF offshore, spot, dan DNDF domestik serta pembelian SBN di pasar sekunder. Selain itu, koordinasi dengan sektor swasta untuk memperkuat arus masuk modal asing melalui insentif dan skema Local Currency Transaction (LCT). Quarter to date rupiah menguat 0,37% dengan cadangan devisa mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Peristiwa ini diliput 6 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait