Donald Trump Protes ExxonMobil dan Chevron Akibat Untung Terlalu Banyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprotes perusahaan minyak ExxonMobil dan Chevron pada 3 Agustus 2026, menuduh mereka mendapat untung terlalu besar akibat harga minyak yang melonjak sejak perang AS-Iran. Trump mendesak perusahaan untuk menurunkan harga retail bagi konsumen. Laba Chevron naik hampir 400% menjadi US$ 12 miliar pada kuartal kedua 2026, dibanding US$ 2,5 miliar tahun sebelumnya, sementara laba Exxon dua kali lipat menjadi US$ 14,5 miliar dari US$ 7,1 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh harga minyak mentah yang meroket 20% sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, dengan harga bensin di AS mencapai US$ 4,1 per galon, naik 40% dibanding sebelum konflik. Iran membalas serangan AS-Israel dengan menahan ekspor minyak di Selat Hormuz, menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Komentar Trump berdampak pada pasar saham, dengan saham Chevron turun hampir 2% dan saham Exxon tertekan, meskipun harga minyak sempat turun 5% atas harapan diskusi AS-Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 16.16
Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh 5,29%, Rupiah Menguat ke Rp17.933
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 22.00
Trump Kehilangan Senjata Andalan, Kepercayaan Warga AS Ambruk
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 13.25
Seusai Batalkan Serangan, Trump Pastikan AS & Iran Mulai Perundingan Senin
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 08.03
Survei Terbaru Warga AS: Trump Sudah Kelewatan
Berita terkait
AS Ancam Iran Akan Alami Isolasi Ekonomi yang Belum Pernah Disaksikan Dunia
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.35
Pakar Ini Sebut Iran Tetap Akan Menang Game of Economic Chicken Melawan AS
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 19.40
Bamsoet Puji Capaian Pemerintahan Prabowo dari Swasembada Pangan-Reformasi Besar BUMN
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.22
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30