Harga Minyak Tembus US$ 103 di Tengah Mandeknya Perundingan AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Harga minyak dunia mengalami penguatan pada perdagangan Rabu, dengan minyak Brent naik 1% menjadi US$ 103,53 per barel dan WTI naik 1% menjadi US$ 90,42 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh mandeknya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir, serta menyusutnya stok bahan bakar di AS. Sepanjang September, harga Brent mencatat penguatan signifikan lebih dari 14%, sementara WTI naik lebih dari 5%.
Di sisi pasokan, Arab Saudi telah mengaktifkan kembali East-West Pipeline untuk pengiriman minyak melalui pelabuhan Yanbu. Goldman Sachs memperkirakan ekspor negara Teluk pulih ke angka 23,3 juta barel per hari. Meskipun arus minyak mentah mulai pulih, pasar energi tetap ketat akibat tingginya biaya angkutan dan penurunan persediaan bensin serta distilat di AS yang masing-masing turun 1,7 juta dan 2,3 juta barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.57
Harga BBM Non Subsidi per 1 Oktober Naik? ESDM: Sesuai Harga Pasar
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 12.55
IHSG Sesi I Menguat 0,15% ke Level 6.130
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 11.54
Siap-siap, Harga BBM Non Subsidi Bakal Kembali Disesuaikan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Usai Sinyal Kesepakatan AS-Iran
kumparan · 27 September 2026 pukul 12.02
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.45
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Tertinggi Sejak Mei
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 07.40