Harga Minyak Tembus US$ 108, Airlangga Optimistis Target Ekonomi Tak Berubah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361133/original/050677100_1790678009-IMG_7429.jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kenaikan harga minyak mentah hingga US$108 per barel dan pelemahan rupiah masih berada dalam batas ruang asumsi APBN, sehingga target pertumbuhan ekonomi pemerintah tidak berubah. Harga rata-rata minyak tahun ini diperkirakan sekitar US$90 per barel, masih selaras dengan perhitungan pemerintah dalam rancangan APBN.
Kenaikan harga minyak dunia dan tekanan inflasi global memicu spekulasi ketatnya kebijakan moneter AS, menyebabkan yield obligasi AS 10 tahun mencapai 5,23 persen—level tertinggi sejak 2007. Fenomena ini memicu kaburnya modal asing dari negara berkembang, termasuk tekanan pada rupiah akibat kebutuhan valuta asing importir di akhir kuartal III.
Bank Indonesia aktif melakukan intervensi pasar untuk memelihara stabilitas nilai tukar rupiah. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa bank sentral terus mengawal pasar keuangan agar rupiah tetap mencerminkan kondisi fundamentalnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.38
DPR Minta Pemerintah dan BI Kendalikan Rupiah!
JawaPos · 29 September 2026 pukul 16.00
Rupiah Melemah Sentuh Rp 18.000 per Dolar AS, BI: Dipengaruhi Kekhawatiran Tekanan Inflasi Global
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
Berita terkait
Rupiah Kembali Tertekan, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.20
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39
BI Ramal The Fed Naikkan Bunga Lagi, Berdampak ke RI?
Detik.com · 28 September 2026 pukul 13.33
Top 3: Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 07.00